Belajar dari Kondisi Robby Purba, Waspadai 4 Gejala Kanker Payudara pada Pria

Belajar dari Kondisi Robby Purba, Waspadai 4 Gejala Kanker Payudara pada Pria


Robby Purba menderita tumor payudara.

© Disediakan oleh Kompas.com Robby Purba menderita tumor payudara.


KOMPAS.com
- Selama 9 bulan, presenter Robby Purba merasakan sakit di dada, dan akhirnya baru-baru ini ia harus melakukan operasi pengakatan tumor ganas, karena didiagnosis menderita kanker payudara.

Robby sendiri dalam unggahan video Instagram Story-nya. Dalam video tersebut terlihat dirinya yang masih lemah usai operasi pengangkatan tumor payudara itu.

"Pria dengan tumor payudara bisakah? Alhamdulillah ternyata bisa," tulis Robby di akun Instagram @robbypurba.

"Lagian apa sih yang Allah gak bisa. Nah abang yang beruntung nih, kasus yang jarang terjadi kepada pria," lanjutnya.

Baca juga: Belajar dari Kondisi Robby Purba, Kenapa Pria Bisa Terkena Kanker Payudara?

Ia pun mengungkapkan, bahwa sebelumnya selama sembilan bulan dirinya sudah merasa terganggu aktivitasnya, bahkan untuk aktivitas yang dianggap ringan dulunya seperti turun tangga sekalipun sudah membuatnya tidak nyaman.

"Sudah 9 bulan mau olah raga sakit, turun tangga-pun dada sakit.. jadi terganggu apalagi kalau lagi shooting dan harus lompat-lompat. Hehehe..," tulis Robby.

Melansir WebMD, kanker payudara pada pria sama seperti yang terjadi pada wanita. Risiko pria terkena kanker payudara adalah 1 per 1.000.

Gejala kanker payudara pada pria

Pria memiliki sedikit jaringan payudara dan ada kemungkinan sel kanker terbentuk di sana.

Meski memiliki peluang terkena kanker payudara lebih rendah dibanding kaum wanita, para pria tetap harus mewaspadai gejala penyakit ini.

Jika memiliki gejala kanker payudara, dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter ahli di bidangnya.

Berikut beberapa tanda atau gejala kanker payudara pada pria yang bisa Anda curigai.

1. Benjolan di dada atau ketiak

Secara umum, gejalanya sama dengan yang dialami oleh wanita. Sebagian besar kasus disadari ketika pria menemukan benjolan lunak di dadanya. 

Pada beberapa kasus kanker payudara juga ditemukan benjolan pada ketiaknya.

Sayangnya, sebagian besar pria menunda untuk memeriksakan benjolan ini lebih lanjut hingga gejala berkembang lebih parah, karena menganggap benjolan tersebut bukan masalah serius. Gejala lebih lanjut bisa menunjukkan keluarnya darah dari puting.

Jika sudah bergejala parah seperti ini biasanya kanker telah menyebar lebih luas dan mungkin lebih sulit untuk dirawat. 

Adapun, ciri khas benjolan kanker payudara yakni: 

- Keras atau kenyal

- Berbentuk tidak beraturan

- Tidak mudah digerakkan dengan jari

- Tumbuh seiring waktu

Untuk memastikan apakah benjolan tersebut adalah kanker, pria harus melakukan pemeriksaan fisik, mamografi, dan biopsi.

2. Perubahan pada kulit payudara

Dengan kanker payudara, bagian payudara pria mungkin akan terlihat: 

- Berlesung pipit, terkadang menyerupai tekstur kulit jeruk 

- Kerutan, yakni tampak terlipat atau berkerut

- Bersisik, merah, atau bengkak

Baca juga: Hati-hati, Kanker Payudara Mengintai Kaum Milenial

 

3. Perubahan ukuran dan bentuk payudara

Ketika mengalami kanker payudara, para pria mungkin akan melihat perbedaan dalam ukuran atau bentuk area payudaranya.

4. Masalah puting

Dengan kanker payudara, puting pria mungkin akan masuk ke dalam atau mengeluarkan cairan bening atau berdarah. 

Kulit di sekitarnya (areola) mungkin juga mengalami kemerahan, bengkak, atau bersisik. 

Baca juga: Selain Robby Purba, Ini Kriteria Pria yang Berisiko Terkena Kanker Payudara

Secara umum, kanker payudara pada pria memiliki gejala yang hampir sama dengan yang dialami para wanita. 

Perlu diingat lagi bahwa jika melihat salah satu tanda di atas, para pria perlu segera menghubungi dokter.

Jika dokter mencurigai ada kanker payudara, mereka bisa melakukan sejumlah pemeriksaan atau tes untuk memastikannya. 

Diagnosis dini kanker payudara dapat meningkatkan peluang seseorang untuk memperoleh pengobatan yang berhasil.

Di mana, selama ini, banyak pria dengan kanker payudara cenderung baru terdiagnosis ketika kanker mereka sudah berada pada stadium lanjut yang dapat membuat lebih sulit untuk diobati.

Cara mendiagnosis kanker payudara pada pria

Dengan begitu, jika Anda melihat ada benjolan di payudara, ketiak atau gejala lainnya yang mengkhawatirkan, sebaiknya jangan menunggu sampai hilang dengan sendirinya.

Segeralah hubungi dokter, bahkan jika kemungkinan Anda didiagnosis menderita kanker payudara yang akan membuat Anda "tidak nyaman" atau takut. Sebaiknya jangan merasa malu dan ikuti anjuran serta saran dokter untuk segera menanganinya.

Diagnosis kanker payudara ini bisa dilakukan oleh dokter ahli onkologi. Dokter akan melakukan beberapa tes atau pemeriksaan kanker payudara untuk mengetahui dan menegakkan diagnosis penyakit ini.

Tes yang mungkin dijalani untuk mendeteksi kanker payudara pria yakni sebagai berikut.

- Pemeriksaan payudara klinis

- USG payudara

- MRI payudara

- Biopsi, utamanya untuk mengetahui jenis dan stadium kanker payudara

Tidak hanya itu, pada pasien tertentu seperti tumor ganas yang sudah menyebar ke organ tubuh lainnya, maka akan ada tes lain yang mungkin juga dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis kanker payudara pria ini. Di antaranya seperti rontgen dada, CT Scan, atau scan tulang.

Perawatan 

Terdapat beberapa terapi yang bisa dilakukan. Namun, kombinasi beberapa terapi mungkin membantu meningkatkan kesembuhan pada pasien. 

1. Operasi pengangkatan payudara. Dokter biasanya juga akan mengangkat sebagian kelenjar limpa di dekatnya untuk memastikan jika kanker sudah menyebar atau belum. 

2. Terapi radiasi setelah operasi bisa membantu membunuh sel kanker yang mungkin tidak terangkat ketika prosedur operasi. 

3. Kemoterapi mungkin disarankan ketika dokter menemukan bahwa kanker sudah berkembang lebih luas.

4. Terapi hormon. Beberapa tipe kanker payudara membutuhkan hormon tertentu untuk berkembang. Terapi ini membantu menghentikan hormon tersebut. Keberhasilan terapi ini lebih tinggi pada pria karena sel kankernya lebih responsif terhadap hormon.

Baca juga: Peni Ahmadi, Peneliti yang Temukan Potensi Obat Kanker Payudara dari Biota Laut